23 Oct 2018 00:00:00 AM Breaking News
Pemerintah Umumkan 1 Ramadhan 1439 H Jatuh pada Hari Kamis, 17 Mei 2018Skandal 'Hoes Hoin' Berisi 267 Foto Telanjang Tentara Wanita Amerika SerikatTank Tenggelam di Sungai Bogowonto, Berikut KronologinyaSuzy dan Lee Dong Wook Pacaran, Perbedaan Umur Yang Jauh Bukan MasalahKecelakaan Karambol Kendaraan di Solo, Menewaskan 4 OrangSitus Tumblr Di Blokir Kemkominfo, Kok Bisa?Simak Kronologi Penyerangan Geng Motor di KemangBJ Habibie Sakit, Namun Masih Mampu Berkomunikasi Dengan BaikJangan Khawatir! Pengendara yang Merokok dan Mendengarkan Musik Tidak DitilangJennifer Dunn Bawa HP ke Dalam Tahanan, Alasannya Tak Masuk Akal!Kerjasama Dengan FBI, Bareskrim Berhasil Tangkap Kapal Pesiar Mewah di BaliHeru Winarko Resmi Dilantik Sebagai Ketua BNN5 Momen Keseruan di Festival Danau SunterUntuk Pertama Kali, Saudi Selenggarakan Festival JazzKonser Paramore Resmi Dibatalkan Di IndonesiaKisah Tragis Adelina, TKW yang Disiksa Dan Dipaksa Tidur Dengan AnjingTerungkap! Identitas Pelaku Penyerangan Gereja Lidwina di SlemanBus Pariwisata Terguling di Subang, 13 Orang MeninggalSandy Syafiek, Produser RTV yang Tewas Tertabrak Mobil Saat BersepedaGempa Taiwan 6,4 M : Empat Tewas, 85 Orang HilangEra Anies Baswedan Dianggap Tidak Ada Pencegahan Banjir, Mengapa?Bangunan Ilegal Menjadi Penyebab Utama Longsor PuncakBanjir Kiriman Akan Tiba di Jakarta Pukul 15.00 dan 20.00Kylie Jenner Umumkan Kelahiran Anak PertamanyaAturan Baru Taksi Online Berlaku Hari IniPeriksa Kejiwaan, Berikut Alasan Neneng Simpan Mayat Suami dan Anaknya di RumahEmpat Tuntutan dari Demo Taksi OnlineViral! Perawat Pria Tega Melakukan Pelecehan Seksual terhadap Pasien WanitaDemi Layanan Fantasi, Istri Tega Jual SuamiGempa 6,4 M Berpusat di Banten Mengguncang Jakarta, 129 Rumah RusakBom Meledak di Thailand, 3 Korban TewasJaksa Tampilkan Rekaman Wawancara Johannes Marliem dengan Anggota FBIJeon Tae Soo, Aktor drama Korea Meninggal Karena DepresiBeton LRT Roboh di Kayu Putih

Kerjasama Dengan FBI, Bareskrim Berhasil Tangkap Kapal Pesiar Mewah di Bali

Bareskrim Polri telah berhasil mengamankan kapal pesiar mewah yang sudah 4 tahun menjadi incaran FBI. Kapal pesiar tersebut ditangkap di tepian perairan Benoa, Bali, pada Rabu (28/2/2018).

Mulanya, FBI meminta bantuan kepada Kepolisian Indonesia yang dikirim melalui surat pada 21 Februari 2018. Hal ini berdasarkan hasil penyelidikan yang diketahui bahwa kapal Equanimity sempat berada di lokasi perairan yang menarik di Indonesia seperti Raja Ampat, Sorong, Maluku, NTB, NTT, dan Bali.

“Jadi FBI Amerika melakukan join investigation dengan Bareskrim. Bareskrim membantu, lokasi di Benoa Bali,” ungkap Dirtipid Eksus Bareskrim Polri Brigjen Agung, Rabu (28/2/2018).

Diduga kapal Equanimity yang bernilai kurang lebih Rp 3 triliun itu adalah hasil pencucian uang yang masuk daam sistem keuangan AS. Selain itu, kapal ini juga terkait dengan penyelidikan korupsi mengenai dana negara Malaysia, 1Malaysia Development Berhad (1MDB). Dana tersebut dialirkan ke sistem keuangan USA yang digunakan untuk membeli Equanimity.

Jho Low disebut sebagai pemilik kapal pesiar super mewah tersebut. Namun Low mengkritik Kementerian Kehakiman AS. Ia menyatakan bahwa AS tidak memberikan bukti yang kuat kepada pihak keamanan Indonesia dalam menyita asetnya. Ia mengklaim bahwa penyitaan tersebut didasari oleh motif politik.

“Ini sangat mengecewakan, tuduhan ini cacat dan punya motif politik di belakangnya. Kementerian Kehakiman AS terus melakukan pola seperti ini di seluruh dunia, mereka melakukan ini tanpa bukti yang mendukung,” ungkap Low melalui juru bicaranya, Kamis (1/3/2018).

Seperti yang diketahui bahwa Jho Low atau Low Taek Jho adalah seorang pebisnis yang dikenal dekat dengan lingkungan kekuasaan Pemerintah Malaysia. Namanya juga sering mencuat dalam kasus korupsi  di 1MDB.